Harmoni Lintas Benua: Siswa Karawitan SMKN 12 Surabaya Berkolaborasi dengan Musisi Tunisia dan Prancis

SURABAYA – Sebuah pemandangan budaya yang luar biasa tersaji di Auditorium IFI (Pusat Budaya Prancis) Surabaya pada Jumat, 24 April 2026. Dua siswa kelas XI Jurusan Karawitan SMKN 12 Surabaya, Axel dan Alif, tampil memukau dalam satu panggung bersama penyanyi legendaris Tunisia, Dorsaf Hamdani, dan violinis maestro asal Prancis, Zied Zouari.

Penampilan ini merupakan bagian dari puncak acara pertunjukan musik "Avec le temps" dalam rangka merayakan Pekan Francophonie 2026.

Kolaborasi Instrumen Tradisional dan Modern
Dalam foto dokumentasi acara, tampak Axel dan Alif yang mengenakan busana tradisional beskap lengkap dengan blangkon, duduk bersila memainkan instrumen karawitan. Di sisi mereka, Dorsaf Hamdani tampil anggun dengan gaun hitam, sementara Zied Zouari bersiap dengan biolanya di depan piano.

Perpaduan suara suling dan dentuman instrumen kayu yang dibawakan siswa SMKN 12 bersinergi apik dengan vokal khas Dorsaf yang melankolis serta iringan biola Zied. Kolaborasi ini menciptakan suasana magis yang menggabungkan tradisi Jawa dengan melodi kontemporer khas Mediterania dan Prancis.

Pengalaman Internasional bagi Siswa
Tampilnya Axel dan Alif bukan sekadar sebagai pembuka, melainkan terlibat dalam dialog musikal yang setara dengan para profesional mancanegara. Hal ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di SMKN 12 Surabaya, khususnya jurusan Karawitan, yang mampu mencetak siswa dengan kompetensi tingkat internasional.

"Melihat siswa kami berdiri dan bermain musik bersama musisi sekaliber Dorsaf Hamdani dan Zied Zouari adalah kebanggaan yang tak ternilai. Ini adalah bentuk nyata dari implementasi pembelajaran yang berwawasan global," ujar salah satu guru pendamping yang hadir di lokasi.

Tentang Pekan Francophonie
Pekan Francophonie adalah ajang tahunan yang merayakan keberagaman bahasa Prancis dan budaya negara-negara anggotanya. Kehadiran elemen Karawitan dalam acara ini menegaskan posisi Surabaya sebagai kota yang terbuka terhadap pertukaran budaya dunia dengan tetap menjunjung tinggi akar tradisi lokal.

Malam itu, IFI Surabaya menjadi saksi bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan, dari Surabaya hingga Tunisia dan Prancis.

---
Penulis: Tim Media SMKN 12 Surabaya
Foto: Dokumentasi Pertunjukan "Avec le temps" at IFI Surabaya

0 Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Inputan yang harus diisi ditandai *